Implementasi Gerakan Keuangan Hijau Keluarga di Perumahan Akana Pematang Gajah

Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya alam, keluarga sebagai unit terkecil masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung gerakan keberlanjutan. Salah satu upaya yang telah berhasil dilaksanakan adalah program Implementasi Gerakan Keuangan Hijau Keluarga di Perumahan Akana 4, Desa Pematang Gajah, Kabupaten Muaro Jambi. Program ini bertujuan untuk mengedukasi keluarga tentang pentingnya pengelolaan keuangan berbasis ekologi melalui optimalisasi lahan perumahan, pengelolaan limbah rumah tangga, dan konservasi energi.

Pendekatan PAR dalam Program Keuangan Hijau

Pelaksanaan program ini dilakukan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan. Program ini tidak hanya sekadar mengajak warga untuk peduli terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar 1. Kebun Percontohan Sebagai Tempat Diskusi dan Praktik

Dalam program ini, para ibu rumah tangga dilatih untuk memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah untuk pertanian sederhana seperti menanam sayuran, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga tetapi juga mengurangi pengeluaran. Selain itu, peserta juga dilatih cara memilah sampah organik dan non-organik serta mendaur ulang limbah rumah tangga. Di sisi lain, teknologi hemat energi seperti penggunaan lampu LED dan pengurangan penggunaan listrik di waktu-waktu tertentu juga disosialisasikan untuk meningkatkan efisiensi energi di rumah.

Gambar 2. Model Instalasi Hidroponik dan Bibit Tanaman Pangan

Gambar 3. Pemasangan Panel Surya di Kebun Percontohan

Perubahan Perilaku dan Manfaat Ekonomi

Hasil dari program ini sangat menggembirakan. Peningkatan partisipasi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam kegiatan pengelolaan limbah dan pemanfaatan lahan sempit, berhasil mendorong perubahan perilaku di tingkat rumah tangga. Pemilahan sampah menjadi lebih terstruktur, limbah organik digunakan sebagai pupuk kompos, sementara limbah non-organik didaur ulang menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai jual. Selain itu, adopsi teknologi hemat energi memberikan dampak langsung terhadap penghematan biaya listrik bulanan.

Gambar 4. Hasil Pengomposan Limbah Rumah Tangga Digunakan Sebagai Media Tanam

Gambar 5. Sayur Pokcoy dan Selada Siap Panen

Program ini telah terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi rumah tangga, sekaligus membawa dampak positif bagi lingkungan. Para peserta tidak hanya belajar untuk lebih mandiri secara pangan, tetapi juga mengurangi jejak karbon dari rumah tangga mereka.

Kolaborasi dan Pelaksana Program

Program ini merupakan hasil kolaborasi dosen Universitas Jambi Romi Kurniadi, Kuswanto, Ilham Falani, Yoan Mareta, dan Sahara sebagai pelaksana utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh yang bisa diadopsi oleh wilayah lain dalam upaya mendukung gerakan keuangan hijau dan pembangunan berkelanjutan. Dengan kesuksesan program ini, diharapkan akan ada perluasan ke desa-desa lain di Kabupaten Muaro Jambi, sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya. Gerakan keuangan hijau ini menjadi langkah kecil namun signifikan dalam menghadapi tantangan global, sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keberlanjutan di tingkat rumah tangga.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *